Kamis, 15 Desember 2011

ini dari note gue semuaaa :)

Ini cerita dari salah seorang teman, semoga tidak
terjadi di kita, dan saya. -Tahun pertama awal masuk sekolah, mereka berdua
mengijakkan kaki dikelas sepuluh, terlihat seorang
gadis manis, berambut lurus, halus dengan muka tirus,
berada ditengah kelas sambil duduk, sembari membaca
lalu sedikitnya melihat si cowok itu, sang cowokpun
malu ketika dibalas liatannya dengan gadis itu, mereka berdua hanya bertatapan malu, tanpa mereka tau
mengapa. -Tahun kedua ternyata sicowok itu sekelas dengan
gadis manis itu, lalu mereka sepertinya ditakdirkan
untuk duduk bersebelahan dikelas, langsung saja
sicowok itu mengajak ngobrol, karena samasama asik
dan ternyata satu hobi yaitu hobi menonton film,
akhirnya sicowokpun mengajak gadis itu menonton film yaitu yg berjudul True Love, selesai menonton film gadis
itu berkata : 'terimakasih' sambil mencium pipi sicowok
itu, sicowok tidak ingin menjadi sebatas teman, tapi dia
malu tanpa tau mengapa. -Tahun Senior siapa lagi kalo tidak kelas Tiga, pagi itu
juga sicowok membuka lokernya terdapat sebuah
surat, ternyata dari gadis manis itu, yg berisi : 'seusai
lulus sekolah, kamu mau melanjutkan kemana?,
semoga hari ini cerah, aku ingin mengajakmu pergi,
sekaligus berbincang tentang perguruan tinggi.' Hati sicowok senang dan langsung menemuinya disebuah
taman, selesai berbincangbincang asik, gadis itu
mencium pipi sicowok itu, sicowok tidak ingin sebatas
teman saja, tapi kenapa dia terlalu malu untuk
mengatakanya, entah mengapa. -Wisuda, yaah wisuda sebuah acara membanggakan
bagi ratusan anak didunia bahwa mereka berhasil, dan
tanpa sadar seseorang yg berfikiran seperti ini, hari
berlalu, kemudian seminggu,
kemudian sebulan. Sebelum sempat
berkedip, itu adalah hari wisuda. ditempat itu sicowok melihat gadis manis itu menerima ijasah, sesosok gadis
yg amat sempurna, lalu menghampirinya dan berkata :
'terimakasih, kaulah sahabatku.' sambil menitihkan
airmata memeluk sicowok, dan mencium pipi sicowok,
dia tidak ingin menjadi sebatas teman, tapi dia terlalu
malu untuk mengatakannya, entah tak tau mengapa. -Pernikahan, sekarang cowok itu sedang duduk bersila
disebuah masjid, ya tepat dia melihat dan sekaligus
menghadiri acaran ijab kabul gadis manis itu, sekarang
menurutnya gadis itu telah memiliki kehidupan barunya
bersama pria lain, secara spontan gadis itu
menghampiri dia dan berkata : 'kau datang!, terimakasih.' sambil mencium pipi sicowok itu, dia tidak
terlalu kuat untuk menahan semua ini, dia ingin menjadi
lebih dari sekedar teman, tapi dia malu untuk
mengatakanya, entah tau mengapa. -Kematian, Tahun-tahun berlalu, cowok itu
menatap peti mati seorang gadis yang menjadi
'sahabat'nya.
Pada acara itu juga, cowok itu membaca catatan
harian gadis manis itu, dia menulis dalam tahun SMA-
nya. Ini adalah apa yang dibaca: "Aku menatapnya berharap ia
milikku, tetapi dia tidak
memperhatikan aku seperti itu, dan aku
tahu itu. Aku ingin mengatakan padanya,
aku ingin dia tahu bahwa aku tidak ingin
menjadi teman, aku mencintainya tapi aku terlalu malu, dan aku tidak tahu mengapa. Saya
berharap dia akan mengatakan bahwa
dia mencintaiku! .........???' sekilas sicowok kaget dan
menitihkan airmata, dia menyalahkan pada dirinya
sendiri, kenapa dia terlalu bodoh untuk tidak
mengatakannya pada waktu itu juga, bahwa dia juga mencintainyaa.

Ps : jangan pernah menyimpan hati terlalu dalam, kita
tidak akan tahu hati seseorang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar